Keberhasilan Meliana Jauhari / Shendy Puspa merupakan pencapaian terbaik bagi klub Djarum pada turnamen Indonesia Open Superseries 2008. Meli / Shendy bahkan berhasil membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kedua dari Jepang, Kumiko Ogura / Reiko Shiota 21-19 14-21 21-14 pada babak 16 besar. Pada perempatfinal, Unggulan kedelapan Kim Min Jun / Ha Jung Eun menjadi korban berikutnya. Pasangan Korea tersebut takluk dari Meli / Shendy 20-22 15-21. Sayangnya langkah besar pasangan ini terhenti oleh unggulan ketiga asal Jepang, Miyuki Maeda / Satoko Suetsuna di Semifinal.
Prestasi cemerlang Meli / Shendy ini tidak terlepas dari usaha klub Djarum untuk menyelamatkan potensi pemain muda yang tersingkir dari Pelatnas. Bersama beberapa pemain lainnya seperti Andre Kurniawan, Rendra Wijaya, Fran Kurniawan, Yonathan Suryatama dan Rian Sukmawan dibiayai oleh klub Djarum untuk mengikuti tur internasional. Pada sebuah wawancara Meli / Shendy berbicara mengenai posisi mereka di klub Djarum. “Dari pada di Pelatnas, lebih enak menjadi nomor satu di klub Djarum. Semua kebutuhan diperhatikan oleh klub”, Ungkap Meliana. Meli / Shendy sempat ditawari kembali ke Pelatnas awal tahun ini tetapi atas pertimbangan klub dan pelatih maka tawaran tersebut belum diterima.
Sebelumnya Meliana Jauhari pernah tergabung di Pelatnas yang kemudian terdegredasi pada tahun 2004. Sedikit berbeda dengan Shendy Puspa yang sempat bolak balik Pelatnas. Awalnya Shendy terpilih menghuni pelatnas sebagai pemain tunggal putri dan kemudian mengundurkan diri 2003. Tahun 2005 Shendy kembali bergabung sebagai pemain ganda sampai tahun 2007. Kesempatan kedua di Pelatnas pun tidak menghasilkan prestasi yang menggembirakan buat Shendy. Shendy mengatakan “Kesempatan saya bertanding sangat kurang saat di Pelatnas”. Keluar dari Pelatnass, Shendy bergabung dengan klub Djarum dan berpasangan dengan Meliana Jauhari yang sudah tidak berpasangan lagi dengan Purwanti.
Sejak berpasangan Shendy / Meliana mulai merebut juara dari Surabaya Challanger dan Jakarta Open 2007, mereka merambah gelar Internasional tahun 2008. Tiga gelar juara dalam tour Eropa 2008 yang mereka direbut adalah juara Polandia terbuka, Spanyol terbuka dan Touluse Terbuka. Uniknya baik Meliana maupun Shendy sama-sama berprestasi dinomor ganda campuran. Meliana Jauhari yang berpasangan dengan Rendra Wijaya mengantongi juara Spanyol Terbuka. Sedangkan Shendy Puspa bersama pasangannya Fran Kurniawan menyabet juara Finlandia terbuka dan toulouse terbuka. Bahkan diajang sekelas superseries Indonesia terbuka ini, Shendy / Fran berhasil melaju kebabak delapan besar sebelum ditaklukkan unggulan kedua Zheng Bo / Gao Ling.
Tergabung di klub Djarum diakui keduanya terdapat kekurangan. Mereka tidak mendapatkan lawan sparring yang sepadan di klubnya. Diceritakan oleh Shendy, “Kami harus sparring ke Pelatnas Cipayung”. Pelatih kadang-kadang menyiasati dengan melakukan sparring pemain ganda putra di klub. Menja di nomor satu diklub bukan berarti pasangan ini lepas dari hukuman. “Prestasi kurang bagus di Malaysia Superseries Januari 2008 membuat kami di hukum”. Meliana mengisahkan mereka tidak diperbolehkan bertanding selama tiga bulan karena capaian di Malaysia tersebut. Selama tiga bulan Meliana dan Shendy digenjot latihan dibawah pelatih Denny Kantono.
Prestasi bagus di Indonesia terbuka membuat pasangan Meliana / Shendy menjadi lebih percaya diri dalam mengarungi karir sebagai pemain klub. Apalagi peringkat mereka akan melonjak naik dari peringkat saat ini di posisi ke-27 dunia. Secara keseluruhan peringkat mereka berada diposisi keempat dari pasangan ganda putri Indonesia. Bahkan peringkat mereka lebih tingggi dari beberapa rekannya yang ada di Pelatnas. Menarik untuk kita tunggu prestasi Meliana Jauhari dan Shendy Puspa berikutnya.